AKHIR SEBUAH KEHIDUPAN

Posted on May 30th, 2009 in Materi Renungan by nurisfm  Tagged

 

AKHIR SEBUAH KEHIDUPAN

 “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua  dikembalikan kepada Allah. Kemudioan masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (Al-Baqarah [2]:281)

Segala puji bagi Allah, yang membimbing kita untuk selalu memuji-Nya. yang telah memuliakan kita dengan agama-Nya, yang menuntun kita untuk berada pada jalan yang di ridhai-Nya. yang  memberi rizki pada setiap makhluk yang diciptakan-Nya. yang  membolak-balikan setiap jiwa  yang dikehendaki-Nya. 

Perputaran waktu terasa begitu cepat, perjalanan hidup sampai hari ini  telah merubah banyak  hal dari diri kita. masa kecil  yang  lugu kini hanya tinggal kenangan, masa muda yang gagah kini hanya tersisa guratan, masa lalu  yang pongah kini hanya tinggal catatan. Sebuah perjalanan yang  setiap kita pasti  melewatinya.  Begitu juga hari, bulan bahkan sampai pergantian tahun. Berubah  dengan cepat sampai kita tak sadarkan diri, ternyata saat ini kita bukan anak-anak lagi, yang pernah dimanja ibu disayang bapak. Mungkin kita sudah menjadi ibu dan ayah dari anak-anak kita, sudah menjadi  nenek dan kakek dari cucu-cucu kita. atau bahkan mungkin sebagian kita sudah menjadi  seorang pesakitan yang tak mampu berjalan tegak. Hari-hari hanya ditemani kursi roda, waktu demi waktu tak ada derai canda yang  menyenangkan dada.  Sungguh, itulah sebuah kenyataan yang  suka atau tidak harus kita terima sebagai konsekwensi dari  perubahan gerak hidup.

Sahabat,  pernahkah kita berpikir tentang  satu masa dimana kita tak mampu lagi  bergerak cepat, karena  rapuhnya  tubuh dimakan usia. Perrnahkan kita  berfikir tentang satu masa dimana kita tak lagi  menikmati keindahan, karena tatapan mata kita tak lagi sempurna. Pernahkah kita berfikir tentang satu masa, dimana kita tak mampu lagi merasakan  indahnya kebersamaan, karena satu demi satu orang-orang yang kita cintai kembali keharibaan Tuhan.  Atau pernahkah kita berfikir  ketika  tiba-tiba malaikat maut datang menjemput, dan saat itu kita belum memiliki bekal untuk menghadap kepada Allah.  Astaghfirullahal ‘adzim.

 

Sahabat yang budiman,  satu hal yang pasti terjadi pada kehidupan setiap makhluk adalah kematian. Sekuat apapun kita berlari darinya, kita besembuyi menghindarinya ia akan  menemui kita. “Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya. Maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kamu akan dikembalikan kepada Allah..”(Qs.62:8)   

Itulah  sebuah ayat yang memastikan tentang sebuah kepastian tentang kematian. Sedikit sekali diantara kita yang memikirkannya. Kalaupun ada mungkin hanya saat-saat ketika kita menyaksikan kematian orang –orang terdekat kita. setelah itu kita kembali terlena dengan kesibukan dunia kita. memang mati itu peristiwa biasa, tetapi yang luar biasa adalah setelah kematian itu. Kalaulah tidak ada pertanggung jawaban tentang  akhir kehidupan kita, bolehlah kita melakukan apa saja yang kita mau.  Kita dapat memilih apa yang kita suka. Tetapi kita bukan binatang, yang setelah kematiannya, tidak  ada lagi kelanjutan, tidak ada masa pertanggung jawaban, tidak ada pertanyaan. Oleh karenanya binatang tidak memiliki beban dosa dari perbuatan jahatnya. Karena setelah ia mati dari kehidupan dunianya, itu adalah akhir dari  kehidupannya.

Tetapi kita manusia, yang semua gerak kita akan dimintai pertanggung jawaban, oleh karenanya memelihara diri agar  tidak  terjatuh  pada lumpur dosa, agar tidak  terlena dengan kehidupan yang pana adalah kewajiban kita. renungkan  firman Allah dalam surah 2:281 “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua  dikembalikan kepada Allah. Kemudioan masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (2:281) 

Semoga Allah  menjadikan akhir kehidupan kita husnul khatimah (berpengakhiran yang baik). Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, pembawa risalah kebenaran dan tauladan terbaik  untuk  setiap ummat yang mengharapkan kebaikan.    

DI MANA KUTEMUKAN BAHAGIA

Posted on May 28th, 2009 in Materi Renungan by nurisfm  Tagged

DI MANA KUTEMUKAN BAHAGIA

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (kebahagiaan) dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baikdari apa yang telah mereka kerjakan”

(An-Nahl:97)

Sahabat,ketika melihat orang lain yang hidup bergelimang harta dan kemewahan, mungkin hati kita berujar; “Bahagia sekali orang itu, setiap apa yang diinginkan mudah didapatkan, apa yang ia dapatkan melebihi apa yang dia butuhkan”. Ataukita melihat seorang teman yangkarirnya terus menanjak menuju kesuksesan. Dan hati kitapun berkata; “Bahagia sekali teman itu, setiap usaha yang dilakukan selalu mendapat kemudahan”.

Kalau dilihat dari lahiriyahnya, dipandang kedua orang itu sangat bahagia. Karena apa yang diinginkannya selalu ada. Tetapiapakah persangkaan kita selalu sama dengan orang yang kita persangkakan. Ternyata tidak selebihnya benar, karena realitasnya tidak sedikit orang yang kaya, justruselalu dihantui rasa ketakutan. Dan taksedikit orang yang sukses dalam karir, selalu menampakan kecemasan. Dua perasaan; takut dan cemas adalah bagian dari sikap ketidak bahagiaan. Lantas dimana kebahagiaan didapatkan?.

Sahabat, jangan tertipu dengan penglihatan lahir, karena dunia ini hanyalah perhiasan dan sandiwara. Tidak menutup kemungkinan, dibalik kemewahan hidup yang terlihat ada rasa ketakutan yang sangat. Dibalik senyum dan tawa akrab ada kepahitan dan kesedihan yang tidak kita ketahui. Mungkin tawanya hanya untuk menutupikegundahan perasaannya. Banyak orang yang bibirnya tersenyum tapi hatinya menangis. Tidak sedikit orang yang terlihat diam dan tenang tetapi jiwanya tertekan. Begitu banyak pemandangan terlihat sepintas menyenangkan padahal sebenarnya menyedihkan. Banyak orang menyangka dikiranya madu, ternyata ia adalah empedu. Dan tidak sedikit laknat dikiranya nikmat. Lantas,dengan apa kebahagiaan itu di dapatkan?.

Sahabat, Sejak dulu hingga hari ini, berbagai pergulatan dan hidup terus dilakukandemi sebuah kebahagiaan , bila perlu nyawa taruhannya. Tetapi ketahuilah, sejauh apapun kita melangkah untuk mengejar kebahagiaan tak akan pernahkita dapatkan, kalau tolak ukurnya adalah keduniaan. Sebab sifat dunia tak pernah memberi kepuasaan. Dan ketidak puasan itulah faktor utama penyebab ketidak bahagiaan.

Akhirnya, hanya satu solusi yang dapat mendapatkan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki, yaitu hadirkan sifat qona’ah(menerima) apa yang telah Allah berikan. Orang yang qona’ah terhadap apapun yang diberikan jiwanya akan tenang. Sebab hatinya tidak menuntut mencapai sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya dan tidak melirik kepada orang yang berada diatasnya. Tentu saja sifat ini tidaklah hadir dengan sendirinya tanpa faktor utama yang mendorongnya. Dan faktor itu adalah keimanan yang benar dan amal sholeh yang ikhlas. Orang yang tidak mempunyai keimanan yang benar akan selalu menderita kehampaan rohani dan selalu merasakan kesempitan diri. Tetapi orang yang beriman dengan benar hidupnya selalu diselimuti rasa aman dan kedamaian pikiran. Apabila hati di penuhi oleh iman, maka seluruh indra, perasaan dan anggota tubuh tergerak untuk melakukan kebaikan dan amal sholeh. Dan setiap iman bertambah dalam hati, maka kekuatan kebaikanpun akan bertambah, lalu hati seorang mukminpun akan terasa lapang. Kelapangan dada adalah buah sifat qona’ah.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah mengungkapkan; Iman adalah jantung Islam dan intinya, sebagaimana keyakinan merupakan kalbu iman dan isinya. Setiap ilmu dan amal yang tidak menambah iman dan keyakinan adalah rusak, dan setiap iman yang tidak melahirkan amal pernuatan adalah lapuk” dan beliau menambahkan: “ Diantara ciri-ciri kebahagiaan dan keberuntungan adalah: setiap kali seoarng hamba bertambah ilmunya, maka bertambah pula sifata tawadhu’ dan kasih sayangnya. Setiap kali bertambah amalnya, maka bertambah pula rasa takut dan kewaspadaannya. Ketka umurnya bertambah tua, maka berkuranglah kerakusannya terhadap dunia.

Semoga Allah menghadirkan sifat qona’ah di dalam diri, karena dengannya kita akan terhindar dari ketidak puasan hati. Bila tidak ada iman, ketidak puasan terhadap apa yang telah dberikan, hanya akan melahirkan keinginan yang menyengsarakan. Tetapi jika iman telah meyelimuti kehidupan, sedikit atau banyak sesuatu yang didapatkan, membuat diri selalu berada dalam kebahagiaan.

MELEPAS BELENGGU “NANTI”

Posted on May 27th, 2009 in Materi Renungan by nurisfm  Tagged

MELEPAS BELENGGU “NANTI”

“Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain;

kehidupanmu sebelum datang kematianmu, kesehatanmu sebelum datang penyaitmu,

kekosonganmu sebelum datang kesibukanmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu

dan kekayaanmu seblum datang kemiskinanmu.(Rh. Hakim)

Sahabat, ‘Nanti’ adalah sebuah kata yang berarti ‘penundaan’. Kalimat ini kerap kita ungkapkan dalam setiap aktivitas yang belum terselesaikan. Boleh jadi, kalimat ini tak terlalu salah kita ungkapkan setelah sebelumnya berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan. Tetapijika berkaitan dengan sebuah kewajiban yang harus segera kita lakukan, maka kalimat ‘‘nanti’ ini akan berdampak kepada sikapmenganggap remehpekerjaan. Ketahuilah; diantara kewajiban kita terhadap hari-hari yang terlewati adalah mengisinya dengan ilmu dan amal sholeh, karena hidup kita bukanlah besok atau juga kemaren, tetapi hidup kita adalah hari ini. Karena ‘kemaren’ adalah waktu yang tak akan kembali dan ‘besok’ adalah waktu yang tak pernah kita ketahui.

Penting untuk kita renungkan, sebuah tulisan seorang pengembara; ia adalah Muhammad bin Samrah. Kepada sahabatnya ia menulis surat;

“Hai saudaraku…!, jauhilah dirimu dari menunda pekerjaan.

Jagalah ! jangan sampai hal itu bersarang di dalam hatimu.

Menunda pekerjaanberarti bersahabat dengan kerusakan,

karena itulah adalah tempatnya kemalasan.

Menunda pekerjan berarti memutuskan cita-cita

dan penyia-nyiaan terhadap umur.

Jika kamu berbuat demikian, itu akan menjadi kebiasaanmu.

Jauhilah ragamu dari kebosanan yang telah berpaling darimu,

Karena itu tidak mendatangkan manfaat bagi jiwamu.

Hai Saudaraku…!, kamu akan selalu gembira, bila pekerjaanmu

telah kamu lakukan atau kamu akan menyesal bila kamu melalaikannya.

Saudaramu Sahabat,siapakah yang dapat menjamin seseorang dapat hidup hingga esok hari. Secanggih apapun ilmu yang kita dapati, tak akan mampu menahan kematian yang menghampiri. Sebanyak apapun harta yang kita miliki, tak akan mampu membeli sebuah nyawa yangsudah diakhiri dan sehebat apapun kekuasaan yang telah kita raih, tak akan bisa mempengaruhi ketentuan ilahi. Karenanya, merupakan satu keberuntungan, bila kita segera mengerjakan kebaikan dan menunaikan kewajiban. Dan merupakan suatu kelemahan atau kerugian, jika kita menundanyasehingga kesempatan berakhir.

Oleh karenanya sahabat, lepaslah belenggu ‘nanti’ dalam diri, sebab keberadaannya hanya akan mendatangkan penyesalan panjang dalam hati.Satu waktu; Umar bin Abdul Aziz dalam kelelahan karena begitu banyaknya pekerjaan, ia mengungkapkan; “Pekerjaanku satu hari saja telah membuatku menjadi letih, bagaimana kalau pekerjaan dua hari dikumpulkan menjadi satu…?.

Sahabat, kita merasakan penyesalan yang teramat dalam bila kita secara teledor menunda-nunda pekerjan yang seharusnya terselesaikan. Karena dengan membiasakannya, kita akan menghadapi beban berat karena bertambahnya pekerjaan. Terlebih ketika yang kita tunda adalah kewajiban melaksanakan taat danmenunda untuk bertaubat dari perilaku maksiat. Semakin kita biarkan hatiberselimut maksiat, maka akan semakin sulit membersihkannya karena sudah terlanjur berkarat. Karenanya, segeralah bertaubat sebelum terlambat. Jangan biarkan hati tertambat pada prilaku maksiat, karena hidup tak akan terasa nikmat bila tak ada taat, di dunia tak mendapat rahmat dan tak mendapattempat yang layak diakhirat . Ahmad bin Athaillah menasehati: “ Penundaanmu akan semua amal (kebaikan) karena menanti adanya waktu senggang termasuk dari kebodohan-kebodohan jiwa”.

“YA Allah, jadikanlah sebaik-baik dari umurku adalah akhirnya, sebaik-baik dari pekerjaanku adalah penutupannya dan sebaik-sebaiknya hari-hariku adalah hari aku menghadap Engkau.”.

Facebook sebagai alat mata-mata AS?

Posted on May 25th, 2009 in Hukum Islam by nurisfm  Tagged

Facebook sebagai alat mata-mata AS?

Belum lama ini, kami yang memang bekerja di bidang TI berdiksusi mengenai “booming” Facebook, obrolan menjadi serius dan topiknya juga menjadi lebih dalam hingga ada salah satu wacana bahwa database Facebook mungkin saja digunakan oleh pemerintah AS untuk melakukan information collecting dari para membernya karena penggunaan Facebook di masa sekarang ini sudah jauh melebihi ekspektasi hanya sebatas aplikasi jejaring sosial.
Yang akan jadi masalah adalah, bisa saja seorang tokoh masyarakat, baik itu politikus ataupun pejabat pemerintahan suatu negara, menjadi incaran pemerintah AS dan tanpa sadar mereka memberikan data-data pribadinya karena ketidaktahuannya, seringkali mereka sendiri yang menyusun riwayat hidup sejak tanggal lahir hingga riwayat sekolah dan pekerjaan, bahkan salah satu aplikasi dari Facebook adalah membuat susuanan anggota keluarga dari si membernya
Salah satu indikasi bahwa facebook digunakan oleh kepentingan tertentu tersebut adalah bahwa sampai sekarang mereka tidak menyediakan penghapusan account bagi mereka yang ingin keluar dari keanggotaan Facebook.
Dari obrolan ini, lalu kami mulai menyebarkan wacana ini, memang belum seberapa luas, tapi di lingkungan yang tertutup cara seperti kami ini memang efektif untuk membuat seseorang merubah informasi account-nya di Facebook, walaupun sebenarnya bisa dibilang percuma, karena bisa saja sistem database di Facebook menggunakan mekanisme pencatatan history dan dibuat backupnya sehingga setiap perubahan dapat diketahui dan disimpan secara permanen.
Bagaimana menurut Bapak mengenai wacana ini?
Robby Siregar 
Jawaban
Semoga Pak Robby dan para pejuang TI lainnya senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT. Facebook sekarang telah menjadi booming. Banyak orang beranggapan jika belum ikutan Facebook maka dia belumlah trendy dan modern. Saya akan mengulas tentang Facebook dalam kacamata Konspirasi.

Kita tentu masih ingat, aturan pertama dan utama di alam maya adalah JANGAN SEKALI-KALI MEMBERIKAN DATA ASLI DI ALAM MAYA. Kita boleh saja ikutan Facebook, Multiply, dan sebagainya namun jangan sekali-kali mengisi kolom-kolom isian dengan data-data pribadi kita yang benar. Sama saja jika kita melakukan register ketika memakai kartu telepon baru. Toh Facebook atau Provider telepon tidak akan tahu apakah data yang kita isikan itu benar atau tidak. 

Intelijen adalah pekerjaan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, agar bisa dipergunakan sesuai dengan kepentingan user-nya. Dan saya sangat yakin jika Facebook atau pun situs jejaring sosial lainnya seperti Friendster, Multiply, Blogspot, juga email, dan sebagainya merupakan perpanjangan tangan dari kelompok Konspirasi (The Luciferian Conspiration, kelompok yang mengendalikan AS dan juga dunia) untuk bisa menghimpun data-data warga dunia secara mudah. Ada baiknya kita membaca buku Dan Brown “The Digital Fortress”, yang walau pun fiksi namun memuat sejumlah informasi penting yang sesungguhnya benar-benar ada. Atau buku “The Complex: Bagaimana Militer Amerika Menyerbu Kehidupan Kita Sehari-Hari” (Dr. Nick Turse, 2009). Atau tontonlah film Mel Gibson “The Conspiracy Theory” di mana aparat keamanan berhasil mengendus keberadaan orang lewat belanja dengan kartu kredit. Walau semuanya kelhatan bohongan, tapi percayalah jika semua itu benar-benar ada. 

Sebab itu, para pejuang (The Combatant) atau aktivis kemanusiaan yang menyadari dirinya tengah berperang melawan The New World Order atau The Globalization, sebaiknya tidak pernah berhubungan dengan bank (tidak memiliki kartu kredit, kartu debet, atau pun rekening bank atas namanya), tidak pernah mengisi kolom data jejaring sosial di internet dengan data asli, bahkan tidak memiliki ID Card (KTP), dan menjauhi penggunaan alat-alat komunikasi yang bersifat tetap (misal nomor telepon dan sebagainya). Hiduplah bagai siluman. Atau seperti kalimat bijak, “Jadilah orang yang ketika datang tidak diketahui dan ketika pergi tidak dicari.” 

Jika semua itu tidak mungkin, maka demi keselamatannya para Combatant harus berusaha agar sedikit mungkin orang mengetahui jejaknya, seperti: senantiasa mengganti nomor ponselnya dengan berganti-ganti provider—kalau bisa juga berganti ponselnya—dalam waktu yang tidak teratur (kian singkat kian baik), jika memiliki situs jejaring sosial (tentu dengan data yang bukan asli) maka mengaksesnya jangan dari satu tempat yang sama (warnet yang sama), selalu berganti alamat email (bikin email baru mudah kan), dan sebagainya. 

Kawan saya pernah hadir dalam sebuah pertemuan para intel. Mereka bertemu di selatan Jakarta, dalam sebuah bangunan di bagian belakang bangunan utama dekat kolam renang. Sepanjang pertemuan, teve plasma berlayar besar yang ada di ruangan tersebut dinyalakan dengan audio yang cukup besar walau tidak ditonton, semua pancuran air kolam renang dan juga air terjun dinyalakan, semua ponsel dan pda atau pun BB dimatikan (bahkan kartu chip-nya dilepas, batere dilepas, dan diurai), dan sebagainya. Semua ini dikatakan sebagai tindakan berjaga-jaga atas aksi penyadapan. Padahal ruangan tersebut sangat tersembunyi dan kedap suara. 

Apakah dengan demikian kita tidak boleh memiliki Facebook atau yang sejenisnya. Boleh saja. Asal, ya itu tadi, jangan mengisikan data-data pribadi kita yang asli. Facebook atau situs jejaring sosial lainnya sangat dibutuhkan oleh tenaga-tenaga marketer, namun akan menjadi bumerang bagi para Combatant. Sebab itu, kita harus benar-benar sadar akan diri kita dan bertanya apakah kita memang sungguh-sungguh memerlukan situs jejaring sosial atau tidak. Kalau sekadar ikutan trend, janganlah. Sebab resikonya terlalu besar. Dunia yang kita tinggal dan hidup di dalamnya bukanlah dunia yang memiliki satu warna. Ada dunia lain di sekitar kita yang mungkin tidak pernah kita sadari. Meminjam istilah Bang Napi: Wasadalah! Waspadalah!. Wallahu’alam bishawab.

Face Book manakah yang Haram,..jangan karena setitik Nila, rusak susu sebelanga

Posted on May 24th, 2009 in Hukum Islam by nurisfm  Tagged

ismillahirrahmaani rrahiim,. .
 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
 
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman didalam AlQuranulkarim yang artinya: 
 
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”.
 
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung
(Q.S. Al ‘A’raf 156-157).
 
Ikhwan, wa Akhawati sekalian yang saya hormati,…
 
Melihat suatu tulisan yang mencoba, atau bahkan ingin mengusulkan suatu hak Allah Subhanahu wata’ala tentang Halal dan Haram, akhir-akhir ini sering bermunculan fatwa-fatwa, Ini Haram..itu Haram…membuat saya ingin mengulas sedikit permasalahan ini.
Apa itu halal dan haram?.
Secara sederhana, halal adalah sesuatu yang boleh dimakan, dilakukan, diucapkan, atau lain sebagainya. Sebaliknya haram, adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan, dimakan, dan sebagainya.
Menentukan Haram dan halal itu hakikatnya adalah hak Allah semata. Lantas, bolehkan para Ulama berijma’ untuk mengharamkan atau menghalalkan sesuatu hukum? Boleh saja, kalau kondisinya darurat, dan memang berdasarkan dasar nash dari AlQuran hadits/qiyas, atau ijma’ manfaat dan mudharatnya sesuatu itu untuk kemaslahatan ummat Islam secara keseluruhan, bukan sepihak. Karena Ijma’ baru sah, bila disepakati seluruh ulama Islam, bukan ulama satu kelompok saja.
 
Saya sengaja mengambil firman Allah Ta’ala Q.S Al A’raf diatas, akan tanda-tanda orang beriman, adalah yang mereka itu beriman pada apa yang telah ditetapkan oleh RasulNya yang Ummi(Muhammad Shallallahu’ alaihi wasallam) dalam penetapan haram dan halal. Dan penetapan haram halal tersebut dalam ayat diatas :” Menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”.
 
Jadi, inti halal dan haram dari hukum Allah tersebut adalah : Segala sesuatu yang baik untuk manusia, pasti Allah dan rasulNya halalkan, sementara segala yang buruk untuk manusia pasti diharamkan”.
 
Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala :”Janganlah kamu menjatuhkan diri kamu kedalam jurang kebinasaan.. dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah suka sama orang-orang yang berbuat baik”.
 
Rasulullahpun bersabda :”Sesungguhnya amalan itu dilihat dari niatnya….”
Bisa saja segala sesuatu amalan niatnya baik, seperti menolong Ibu, atau ayah, tapi dengan cara mencuri/korupsi,  tidak juga bisa dibenarkan. Karena bukan niat saja, tetapi jalannyapun harus benar pula, sesuai dengan syari’at hukum yang telah ditetapkan Islam. Jadi, amalan baikpun bisa diterima, apabila niatnya baik, serta jalan, atau cara melakukannya juga benar, sesuai dengan ketentuan hukum islam juga.
 
Bukan kapasitas saya untuk menggugah keputusan para Ulama, karena ilmu sayapun belum seberapa. Saya sangat menyadari hal itu. Namun, sebagai insan akademis, yang masih belajar, saya juga berhak untuk mengomentari, karena Islam menganjurkan ummatnya agar tidak taklid buta. Sepanjang kita mampu meneliti dan memiliki ilmu, tidak ada salahnya kita mempergunakan akal dan ilmu kita tersebut, dan ini bukan berarti menentang habis-habisan.
 
Saya setuju, tatkala MUI memutuskan bahwa :”merokok itu haram untuk kondisi perempuan yang hamil, anak-anak dan ditempat umum”. Karena hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala :”Janganlah kamu menjatuhkan diri kamu dalam jurang kebinasaan”. Namun, saya lebih setuju hukum secara umumnya buat orang yang merokok adalah makruh, sementara untuk kategori 3 kelompok diatas makruh yang bisa menyebabkan pelakunya melakukan hal yang haram. Karena apa? Mencelakakan diri sendiri, apalagi orang lain, itu sangat dilarang oleh Islam.
 
 Makanya, saya paling tidak suka melihat orang merokok ditempat umum, di bis, karena asapnya bisa mencelakakan banyak manusia lainnya. Apa bedanya dengan kita membunuh manusia? Satu kita bunuh secara cepat, satu secara perlahan, dengan asap rokok kita itu. Dan ini tentu sangat dilarang bukan? Maka dari itu keputusan tersebut saya setujui. 
 
Keharaman yang ditetapkan para Ulama, menurut saya sifatnya adalah kondisional, tidak berlaku for ever. Berbeda dengan hukum haram datangnya dari Allah Subhanahu Wata’ala, sifatnya for ever. “Abadan” (Selamanya).
 
Ketika MUI mengharamkan Golput, disini saya kurang setuju. Kenapa? Karena, haram, berarti dosa kalau kita tidak memilih. Padahal, bisa jadi banyak hal yang menyebabkan seseorang untuk Golput(dan tak perlu saya bahas disini). Pembahasan saya hanya, ketidak setujuan saya akan fatwa Haram bagi Golput. Itu saja. Karena kurang begitu masuk diakal saya yang kecil ini. Apakah benar, berdosa bagi kita-kita yang tidak memilih ini? Lantas, bagaimana pula, kalau ternyata yang kita pilih justru adalah orang, atau kelompok yang justru membuat kita jauh dari hukum-hukum Islam? 
 
Seperti makan buah simalakama jadinya bukan? Lantas, kalau kita tak memilih, apakah kita membiarkan kita dipimpin oleh Non Islam? Di pilih susah, tak dipilih barabe. Karena itulah saya katakan Fatwa Ulama akan haramnya sesuatu itu adalah bersifat kondisional. 
 
Sekarang dengar lagi desas desus dari pesantren di Jatim kalau mereka ingin MUI memfatwakan face book hukumnya haram.
 
Hmm…lagi-lagi, tak segampang itu kita mengharamkan sesuatu dan menghalalkan sesuatu pula.
 
Coba kita buka balik lembaran ayat diatas, juga lembaran-lembaran firman Allah Ta’ala. “Mengapa kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah Ta’ala”(Meski konteks ayat ini untuk teguran makan yang halal, kemudian kita haramkan).
Kalau face book tersebut baik, bisa kita menjalin silaturrahmi dengan saudara sesama muslim. Menjalankan dakwah islam. Bukankah menjalin silaturrahmi diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan rasulNya, bahkan kecaman bagi mereka pemutus silaturrahmi sebagai manusia perusak dimuka bumi ini. Rasulullah bersabda :” Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dimudahkan rezekinya, maka hendaklah ia menjalin silaturrahmi” . Dan Allah berfirman : Dalam kategori perusak dimuka bumi ini adalah mereka yang…:” Yaitu orang-orang yang memutuskan silaturrahmi yang mana Allah menyuruh untuk disambungkan,…”.
 
Kembali kita kepada konteks firman Allah Ta’ala dalam Q.S Al A’raf diatas. Jadi mari sama kita lihat, segala yang baik untuk manusia pasti Allah dan rasulNya halalkan, dan segala yang buruk, pasti diharamkan”.
 
Kalau memang face book itu membawa keburukan bagi kita, maka haramlah hukumnya. Apabila membawa kebaikan bagi kita maka halallah untuk dikonsumsi.
Kalau niat kita face book untuk menjalin silaturrahmi, dakwah, apakah haram? Wah…hukum dari mana pula ini? Bukankah menjalin silaturrahmi kita diperintahkan, bertentangan bukan. Ok, silaturrahmikan bukan hanya dengan face book, tapi datang langsung atau pakai telfon, atau bisa dengan jalan lain. Saya jawab. Kalau ada pesawat murah, gratis, aman lagi, cepat nyampainya kesurga. Apakah kita mau sampai ke surga dengan jalan kaki, belum lagi kalau jalan malam hari, kagak aman toh, biaya mahal lagi. Jalan mana yang kita pilih?
Kalau memang di face book, kita menjadi manusia berpacaran, buat dosa, atau sebagainya, jelas ini baru diharamkan. (karena larangan untuk hal ini cukup banyak, larangan berkhalwat antara lelaki dan perempuan)
Jadi, jangan karena setitik Nila rusak susu sebelanga(pepatah orang dulu, saya nggak tau benar apa salah nih). Kenapa tidak sekalian diharamkan internet? Karena dalangnya face book kan adanya jaringan internet. Kalau hanya mengharamkan face book saja. Ini sama saja kita mengharamkan bulunya babi atau anjing, namun dagingnya tidak kita haramkan. Cabut bulunya, dagingnya ditinggal. Akan tumbuh lagi toh bulu-bulu dalam bentu lainnya. Coba aja cabut bulu-bulu kita, insyaAllah akan tumbuh lagi tuh, bisa jadi menjadi lebih kasar dan panjang bulunya. Apa bedanya? Kalau memang face book itu haram. Dalangnya mana? Internet bukan? Lantas, apakah internet haram? Wah…wah…jangan jauh-jauh, HP haram, televisipun haram kalau begitu.
 
Sekali lagi, tidak bisa digenelarisir segala sesuatu itu secara umum. Harus dipilah-pilah. Mana yang haram, mana yang halal. Intinya seperti dalam firman Allah diatas. Segala yang baik(dan tentu didasari oleh niat dan caranya juga baik dan sesuai dengan ketentuan agama), maka hukumnya halal, dan segala yang buruk bagi manusia, maka hukumnya “haram”. (atau makruh). Karena dalam kaedah ushul fiqh ada dua bentuk hukum larangan :”Al Aslu dinnahyi littahrim”(Asal pada larangan hukumnya adalah haram), dan As Aslu finnahyi lilkaraahah( Asal pada larangan hukumnya makruh). Mana yang makruh, mana yang haram, tentu ulama pakarnya yang berpotensi untuk menentukan hal ini.
 
Saya mohon maaf, bila salah pendapat saya ini, berarti itu kesalahan saya, mohon ampun pada Allah Ta’ala, bila benar, semoga ada manfaatnya
 
Wassalamu’alaikum. Rahima Rahim, Biaro, Bukittinggi, 24 Mei, 2009

HARI BERLALU TANPA ARTI

Posted on May 23rd, 2009 in Materi Renungan by nurisfm  Tagged

“Hiduplah semaumu, kamu pasti akan mati. Cintailah siapa saja yang kamu suka, kamu sendiri akan menjauhinya. Berbuatlah sekendakmu, pasti mendapatkan balasannya dan kamu sendiri yang bertanggung jawab”.

(Hr. Thabrani)

 

Sahabat,  telah panjang perjalanan yang kita lalui, tak terhitung berapa tempat telah kita singgahi,  tak tergambar berapa jumlah hari-hari yang telah terlewati dan tak  dapat kita ketahui berapa  desah napas yang keluar dari mulut kita setiap hari. Sungguh, kalaulah bukan karena anugerah dan limpahan kasih sayang Allah, tak mungkin kita mampu melawati semua keindahan itu. Tetapi disekian begitu banyaknya orang yang bersyukur, tidak kalah banyaknya orang  yang kufur. Disekian banyaknya orang yang taat, tidak kalah hebatnya orang-orang yang sesat dan disekian banyaknya orang-orang yang merambah kejalan taubat, masih terlihat juga  orang-orang yang tetap dalam maksiat.

 Telah berlalu begitu banyak peristiwa yang kita saksikan. Seperti; hancurnya setiap kepongahan, leburnya tirani kesombongan bahkan peristiwa kematian yang mengharukan. Namun semua kejadian itu tak jua membuat kita bergerak untuk merenungkannya, sepertinya itu hanya rangkaian tragedi hidup yang biasa; seperti drama panggung yang dipertontonkan. Renungkanlah nasehat Imam Hasan Basyri: “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu hanyalah merupakan kumpulan dari hari-hari, setiap kali hari berlalu akan berlalu pula bagian umurmu”.     

 

Sahabat,  para ahli bijak mengungkapkan; manakala manusia dibangkitkan dari kubur dan dipaparkan apa yang telah di perbuatnya untuk diberikan balasan, ahli surga akan dimasukan ke dalam surga dan ahli neraka akan di masukan kedalam neraka. Saat itulah mereka yang di masukan kedalam neraka berharap kalau-kalau mereka dikembalikan lagi ke dunia untuk berbuat baik, tetapi semua itu hanyalah kesia-siaan. Karena masa berbuat kebaikan telah habis dan saat pembalasan telah datang. Sejalan dengan ungkapan Allah lewat firman-Nya:

 “Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahannam; mereka tidak di binasakan sehingga mereka mati dan tidak )pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Rab kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang kami kerjakan”. Dan apakah Kami  tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ?. Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (Al-Fathir:36-37).

Apa yang dapat kita ambil dari sumber yang maha benar ini. Sebuah peringatan dari yang maha benar, yaitu  penyesalan dipenghujung hari, tetapi tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri, dan kita tak lagi mungkin dapat kembali. Allah telah culup memberikan kesempat kepada setiap manusia yang memungkinkannya melaksanakan apa yang telah diwajibkan-Nya. Maka akibat dari kelalaian itu, hanya penyesalan yang kita dapatkan, hanya kesengsaraan yang kita rasakan dan kesakitan yang   selalu  kita dapatkan. Bertaubalah  sebelum azal datang menjelang.

 

Sahabat, dalam pertukaran malam dan siang, ada pelajaran yang seharusnya kita pikirkan, ada kebaikan yang  mestinya selalu bertambah dalam keseharian, dan ada kesadaran yang sejatinya semakin kita perlihatkan.  Sebab  setiap bergulirnya hari, tetapi tak  ada perbaikan pada diri,  berapa lamapun kita hidup semuanya tidak akan mempunyai arti.  Para  ulama menganggap, suatu pengingkaran terhadap nikmat dan pendurhakaan terhadap zaman, apabila hari berlalu tanpa dapat dimanfaatkan untuk meraih kebaikan. Seorang penyair berkata: “Bila hari berlalu dihadapanku,sedang aku tidak dapat mengambil petunjuk dan ilmu darinya, maka ia bukanlah umurku”

 Semoga Allah menjadikan kebaikan pada hari-hari yang terlewati, menghadirkan kemudahan bagi jiwa untuk  selalu mensucikan diri, mengampuni setiap kelalaian yang  kerap menyelimuti hati. Abu Bakr Ash-Shiddiq ra selalu berdoa; ”Ya Allah, janganlah Engkau membiarkan kami dalam kesengsaraan, dan janganlah engkau menyiksa kami karena kelalaian, serta janganlah Engkau menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang lalai”.  

SHOUTUL HAROKAH-BANGKITLAH NEGERIKU

Posted on May 20th, 2009 in Download Nasyid by nurisfm  Tagged

 

BANGKITLAH NEGERIKU

Opening Album —-> Download

Bangkitlah Negeriku —-> Download

Harapan Itu Masih Ada —-> Download

Bingkai Kehidupan —-> Download

Ini Langkahku —-> Download

Gelombang Keadilan —-> Download

Indonesia Memanggil —-> Download

Lirih Pembebas —-> Download

Merah Saga —-> Download

Mujahid Setia —-> Download

Cita Pemuda —-> Download

Tekad Perjuangan —-> Download

Palestina Tercinta —-> Download


MEWASPADAI PANGKAL KESALAHAN

Posted on May 19th, 2009 in Web Kumpulan Nasyid by nurisfm

MEWASPADAI PANGKAL KESALAHAN

“Ceritakanlah kepada mereka kisah tentang kedua putra Adam (Habil dan Qabil)menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mepersembahkan qurban,maka diterima dari salah seorang diantara mereka berdua (Habil)dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata,Aku pasti akan membunuhmu!’, Berkatalah Habil; Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. Al-Maidah, [5] 27)

K

etahuilah sahabat, Di dalam diri kita, terdapat pos-pos kelemahan yang dapat mengundang kesalahan dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan. Karenanya, seseorang harus mewaspadai pos-pos yang ada dalam dirinya. Disamping harus terus memonitor pengaruhnya dalam hati. Dari sanalah lahir tiap dosa dan bangkitnya tiap kesalahan. Pos-pos itu ada tiga; kesombongan, ketamakan dan kedengkian.

·Kesombongan, ia adalah sikap tinggi, orang yang sombong selalu melihat dirinya dengan kacamata kebesaran dan serba berlebih di atas orang lain. Sehingga seorang meremehkan dan merendahkan orang lain. Bahkan kesombongan adalah dosa pertama yang dipergunakan untuk menentang Allah.Sang penentang utama adalah Iblis – la’natullah ‘alaih - :

“Dan ingatlahketika Kami berfirman kepada para Malaikat, “Bersujudlah kepada Adam!’, maka mereka bersujud, kecuali Iblis; ia enggan dan takabbur, dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir”( Qs. Al-Baqarah,2:34)

·Ketamakan,ia merupakan salah satu sebab dosa manusia. Karena ketamakan itulah iblis telah menyeret Adam dan Hawa pada kesesatan. :

“Kemudian setan membisikan pikiran jahat kepadanya, seraya berkata: “WahaiAdam, maukah kutunjukan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa(Qs. Thaha,20 :120

·Kedengkian,adalah salah satu faktor yang menyebabkan kemaksiatan anak Adam pertama.Allah berfirman:

“Ceritakanlah kepada mereka kisah tentang kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang diantara mereka berdua (Habil)dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, “Aku pasti akan membunuhmu!’, Berkatalah Habil; “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban)dari orang-orang yang bertaqwa”.(Qs. Al-Maidah, 5;27).

Itulah ketiga faktor yang memotivasi seseorang melakukan kejahatandan merupakan pangkalkesalahan. Maka orang yang berakal dan berambisi pada keselamatan, pasti akan menghancurkan ketiga pangkal itu dalam hatinya. Semoga Allahmemberikan kekuatan kepada kita untuk dapatbertahan darikeinginan hawa nafsu.

Ya Rabbi, kami sadar telah begitu banyak nikmat yang Engkau taburkan, tidak sedikit kasih sayang telah Engkau semaikan. Namun hati kami begitu keras hingga tak jua beralih pada kebaikan. Ampunilah kami ya Allah, jika hidup kami bertabur kemaksiatan, jika hari-hari kami bergelimang kesesatan. Berilah kami petunjuk yang tidak ada lagi keraguan, berilah kami kekuatan yang tidak ada lagi kemalasan, berilah kami keimanan yang tidak ada kesyirikan. Engkaulah tempat kembali setiap jiwa yang Kau cipta.

Ya Allah, pemberi segala kemuliaan. Hadirkanlah dalam hati kami sifat menerima segala apapun yang Engkau berikan. Tetapkanlah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas apa yang Engkau karuniakan. Janganlah Engkau biarkan hati kami selalu condong kepada keduniaan. Wahai Rabb, tak ada yang mampu merubah segala apapun yang Engkau putuskan. Tetapkan ke-istiqomahan dalam hati kami agar selalu berada dijalan kebenaran.

RACUN YANG MENGOTORI QALBU

Posted on May 18th, 2009 in Materi Renungan by nurisfm  Tagged

RACUN YANG MENGOTORI QALBU

“Dan Dia menundukan untukmu apa yang di langit dan di bumi semuanya, sebagai rahmat dari-Nya. Pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”. (Qs. Al-Jatsyiah [45] : 13 ).

S

yaikh Amin Muhammad Jamal pernah mengungkapkan; keselamatan hati tidak akan sempurna sebelumterhindar dari lima lima hal, yaitu:syirik yang menodai Tauhid, bid’ah yang menyalahi sunnah, nafsu syahwat yang melanggar perintah, dari ambisi yang mengotori keikhlasan dan lalai yangmenodai Dzikrullah.

a.Syirik yang menodai Tauhid. Bila penghayatanseseorang tentang tauhid sudah baik, maka kesadaran akan tugas dan kewajibansebagai hamba akan muncul dengan sendirinya. Karena alam pikiran yang dilandasi oleh aqidah tauhid akan menimbulkan semangat keimanan, dan iman adalah cermin dari sehatnya qalbu. keyakinan akan adanya Allah, semua yang di dunia ini adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya,akan membuat qalbu terbentengi dari kotoran syirik. Tauhid tidak akan terealisasi dengan baik, jika ke-syirik-an masih melekat dalam qalbu. Qalbu tidak akan dapat dijernihkan bila syirik (menyekutukan Allah)masih bersemayam didalamnya.

b.Bid’ah yangmenyalahi sunnah. Salah satu tugas qalbu adalah menjernihkan prilaku ibadah yang hanya di contohkan oleh Rasulullah saw.Sebab sebanyak apapun ibadah jika tak sesuai aturan, tidak akan menambah kebaikan. Kebenaran ibadahadalah pangkalkemurnian aqidah, kemurnian aqidah adalahibadah yang di inginkan sunnah. itulah pantulan cahaya qalbu yang jenih.

c.Nafsu syahwat yang melanggar perintah. Al-Qur’an menggunakan term syahwat untuk bebrapa arti, pertama; dalam kaitannya dengan fikiran-fikiran tertentu. Yakni fikiran-fikiran orang karena mengikuti hawa nafsu ( Qs.4:27 ), kedua; dihubungkan degan keinginan manusia terhadap kelezatan dan kesenangan (Qs.7:81 ), dan ketiga; berhubungan dengan prilaku seks menyimpang (Qs.7:81,27:55).Ketiga prilaku iniadalahkecenderunganyang mendorongseseorang melanggar aturan dan perintah. Jikahati telah di kuasaidengan prilaku ini, maka cahaya kebenaran tak lagi nampak ke permukaan. Karena syahwat lebih cenderung kepada prilaku kejahatan.

d.Ambisi yang mengotori keikhlasan. Harta dan kehormatan adalah dua keadaan yang sering mendorong seseorang untuk meraihnya. Ambisimengejajardua

keinginan ini seringkalidi lakukan dengan berbagai cara. Dansesungguhnyasemua itu lahir dari ketidak puasan terhadap apa yang sudah dimilikinya. Jikakedua ini telah menyelimuti hati, maka sulit sekali untuk membersihkannya, kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.

e.Lalai Yang menodai Dzikir. Dzikir adalah obat bagi kerasnya hati. Tetapi bagi hati yang lalai tak ada tempat untuk melakukannya. Karena syubhat dan syahwat telah mengendalikan dirinya, sehingga hati begitu sulit mengingat-Nya. Ibnu taimiyah menngungkapkan, Dzikir bagi hati adalah ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikandikeluarkan dari air.

Tidak ada musibah yang paling dahsyat yang dirasakan oleh menusia selain ketika hatinya sudah tidak lagi berpihak kepada kebenaran, sebab itu bukan hanya menyengsarakan kehidupan dunia tetapi menyebabkan keterpurukan diakhirat. Dan yang berbahaya lagi adalah bahwa rusaknya qalbu kita akan menjauhkan diri kita kepada Allah.Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya; Al-Fawaid,mengungkapkanbeberapa hal yang mampu menjauhkan qalbu dari Allah,. Diantaranyaadalah:

1.Pintu syubhat, yang selalu mewariskan keragu-raguan tentang agama Allah. Inilah pintu yang dapat memalingkan keyakinan(I’tikad). Dan syubhat adalah perkara atau keadaan yang tidak jelas haq dan bathilnya, halal dan haramnya.

2.Pintu syahwat, yang selalu mewariskan tradisi mendahulukan hawa nafsu dari pada taat dan ridha-Nya. inilah pintu yang memalingkanorgan badan (jawarih). Syahwat adalahkeinginan yang timbul dari jiwa hewani yang sering bertentangan dengan hukum suci (fitrah kebenaran).

3.Pintu amarah, yang selalu mewariskan permusuhan diantara makhluk Allah. Inilah Pintu yangdapat memalingkan tabiat. Kemarahan akan menghilanghkan kebijakan seseorang dalam bertindak dan berucap, membuyarkan konsentrasi. Kebenaran dalam pandangan orang yang marahbisa berubah menjadi kebathilan.

Dari ketiga pintu inilah, seluruh dosa dan kemasiatan datang mengotori hati dan menghambat pertumbuhannya.Syubhat telahmembuat kita memiliki ketergantungan kepada selain Allah, yang akhirnya mendorong diri kita menjadi menyekutukan Allah serta memohon kepada selain Allah. Syahwat telah mendominasi hati, baginya yang penting memenuhi keinginan hawa nafsu. Hawa nafsu telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya.

Aktivis Muslimah Harapan Rasulullah

Posted on May 17th, 2009 in Kajian Muslimah by nurisfm  Tagged
Aktivis Muslimah Harapan Rasulullah
Menjadi wanita memang menyenangkan, apalagi wanita “Muslimah”, sebab muslimah bererti wanita yang telah diseleksi oleh Allah untuk menerima hidayah-Nya dan menjalankan kehidupan sesuai dengan sunnah Rasul-Nya. Rasulullah sebagai manusia pilihan Allah, sangat peduli terhadap muslimah.

Baginda sangat menyayangi muslimah sehingga beliau berpesan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Tidaklah seorang muslim yang mempunyai anak dua orang perempuan kemudian ia berbuat baik dalam berhubungan dengan keduanya akan bisa memasukannya ke dalam surga.”

Di masa baginda hidup kaum wanita merasakan angin segar dalam kehidupannya, setelah sebelumnya pada masa jahiliyah hidup teraniaya, tidak mendapatkan hak yang semestinya. Kehidupan wanita muslimah saat itu boleh dikata beruntung dibandingkan dengan wanita sekarang pada umumnya. Kerana muslimah relatif hidup dalam komuniti masyarakat yang memahami nilai Islam secara baik. Hidup mereka betul-betul tersanjung, kerana mereka merasakan hidup sesuai fitrahnya.

Berbeza dengan situasi sekarang, ketika banyak wanita menuntut persamaan hak dan darjat. Boleh dikatakan kehidupan wanita sekarang berada ditengah komuniti masyarakat yang tidak memahami nilai-nilai Islam. Ini menyebabkan keserabutan dalam hidup mereka. Sudah tentu wanita muslimah harus berupaya menghilangkan dugaan tersebut. Caranya adalah dengan mulai mengaktifkan dirinya dalam pelaksanaan nilai-nilai Islam serta berupaya mengajak wanita lain untuk beramal Islami.

Ustadz Faisal Maulawi, seorang Mufti Lebanon, menyatakan, “Saatnya sekarang keadaan ummat sedang dalam keadaan bahaya, para wanita muslimah yang solehah terjun untuk terlibat aktif dalam membentengi dan memperbaiki ummat.”

Untuk menjadi muslimah yang disayang oleh Rasulullah SAW hendaknya diperhatikan empat hal berikut:

1. Faqihah Lidiiniha

Seorang muslimah hendaklah faqih (paham) terhadap din (agamanya). Selayaknya ia dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dalam erti tajwid dan makhraj hurufnya. Kemudian dapat membaca hadits dan selalu pula menjadi bacaan hariannya, karena dengan itu ia memahami keinginan Rasulnya untuk kemudian berusaha menyesuaikan kehidupannya sesuai dengan cara hidup Rasulullah SAW.

Ia juga harus berusaha memperkaya diri dan wawasannya melalui belajar kepada seorang guru yang jujur dalam menyampaikan ilmunya, dan berusaha banyak membaca buku agama lainnya seperti tentang aqidah, akhlaq, fiqh, sirah, fiqh da’wah, Tarikh Islam, sejarah dunia dan ilmu kontemporari lainnya. Contoh muslimah yang menguasai ilmu-ilmu ini adalah Aisyah RA.

2. Najihah fi Tarbiyyati Auladiha

Seorang aktivis muslimah yang telah berkeluarga hendaklah berupaya dalam mendidik anaknya, bahkan bagi seorang aktivis yang belum berkeluarga pun seharusnya mempelajari bagaimana cara mendidik anak dalam Islam, kerana ilmu tersebut fardhu ‘ain, sehingga mempelajarinya sama dengan mempelajari wudhu, sholat, puasa, dan sebagainya. Sehingga ia tahu betul cara mendidik anak dalam Islam yang nantinya anak-anak tersebut akan ia persembahkan untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Insya Allah kelak ia akan menjadi Ibu yang sukses seperti Hajar dan Khadijah ra.

3. Muayyidah fi Da’wati Zaujiha

Sebagai aktivis amal Islami, kepedulian kita bukan hanya kepada masalah luaran, mengupayakan pelaksanaan amal Islam terhadap orang lain, akan tetapi kepedulian terhadap aktiviti keluarga harus lebih diutamakan, misalnya memberikan motivasi amal Islami kepada anak, pembantu, juga suami. Ia menjadi muslimah yang senantiasa menjadi motivator kebaikan suaminya, seperti Ummu Sulaim yang menikah dengan Abu Tholhah dengan mahar syahadat. Namun ketika Abu Tholhah wafat Rasulullah mensholatkannya sampai sembilan kali takbir, menunjukkan sayangnya Rasulullah kepada beliau karena tidak pernah berhenti dalam beramal dan berjihad bersama Rasul. Hal ini ia lakukan karena selalu mendapat motivasi dari Ummu Sulaim, istrinya.

4. Naafi’ah Fi Tagyiiri Biiatiha

Ia selalu peduli terhadap lingkungannya, selalu membuka mata dan telinga untuk mengetahui keadaan sekelilingnya, selalu mengupayakan lingkungannya menjadi lebih baik. Contohnya Ummu Syuraik yang selalu mengelilingi pasar bila saat sholat tiba untuk mengingatkan penghuni pasar agar segera melaksanakan sholat dengan kalimatnya yang terkenal ‘Assholah, Assholah!!!’

Demikian semoga dengan empat hal ini kita dapat menjadi aktivis Muslimah yang di cintai Rasulullah SAW. Amin.
Ditulis oleh:
Next Page »